Tampilkan postingan dengan label warnawarnikuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warnawarnikuliah. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

Madu . Honey :D

post by > Ratna Chairunnisa di 18.29.00 0 komentar
Materi kuliah hari ini ttg lipid dan karbohidrat..
kata pak dosen, "slh satu contoh karbohidrat adalah glukosa, dan contoh glukosa adalah madu. Madu rasanya sangat manis, tapi kalo DI-MADU rasanya pahit apalagi bagi para wanita, tetapi selalu manis bagi para pria".
( aku setuju Pak! )


copas catatan temen :)

Sabtu, 18 Juni 2011

keep smile ^^ FIGHTING !

post by > Ratna Chairunnisa di 01.29.00 0 komentar
bismillah ..
akhirnya aku bener2 ikhlas 
aku ikhlas kalo ternyata faktanya buat modul neurosains kali ini aku mesti ngulang lagi. Y.Y
setidaknya aku gak diem gitu aja tapi slama modul ini aku udah berusaha, udah berjuang , udah belajar dgn sungguh2 mungkin emang belum beruntung aja :)
dan aku yakin Allah pasti ngasih yang terbaik buat aku tapi gak saat ini .

emang masih rada kesel banget ,tp yasudahlah . 
marah juga gak bakalan ngubah semuanya kan .. :)
yang saat ini perlu aku lakukan adalah belajar dan belajar lagi , sama berdoa .
aku harus persiapin diri buat ngulang modul neurosains bareng ade kelas di semester 4 ntar .
smoga aku bisa ngelewatin smua ini .
amiin

lagian aku gak sendiri kok ,ada temen2 yg ngulang juga ,jadi ada temen senasib :) hhihi
mengenai ngomong sama abah sekarang udah kelar cudd
untungnya abah gak marah ,hhehe .kata abah belajar yg rajin lagi .
yg bikin aku seneng lagi .a
disini ada temen2 yg nyemangatin aku, ngasih support biar gak down .
u,u
sayang kalian temaaaaaaaaan :) :*

AKU PASTI BISA !!!

nyesek di neurosains T.T

post by > Ratna Chairunnisa di 00.28.00 0 komentar
gak tau mau ngomong apa lagi .
udah nangis berapa kali juga
kayaknya gak bisa ngilangin rasa sedihku ini .. :(
Ya Allah kuatin Nisa ..
give me a power Ya Rabb ..
aku udah usaha mati2an , udah belajar dgn bener2 .knapa hasilnya gini .. :(
Ya Allah.ini ngomong ke abahnya gimana .. 
huaaaaaaaaaaa T.T
beneran nyesek banget ini Ya Allah :(
give me a strong .. :(


Jumat, 29 April 2011

gudbay sel n genetika . welcome to neurosains :)

post by > Ratna Chairunnisa di 18.10.00 0 komentar
ahh akhirnya selesai sudah modul SEL n GENETIKA .
benar2 menyenangkan .hahaha
saking menyenangkannya , aku hampir dibuat gila dan depresi olehmu .

modul selanjutnya adalah NEUROSAINS :)
semoga gak nyebelin dan aku bisa lulus modul ini deh .amiin
target nya : B
amiiin amiin

dan modul kali ini harus pisah sama makhluk primitif n gila > MEGA PRATIWI . hhahahahikshiks  #nangissambilketawa

semester 2 ini kan ada 3 modul yah ,

1. Biologi Molekuler
2. Sel n Genetika
3. Neurosains

setiap modul itu , kelompok diskusinya beda2 , dirolling trus , nih aku kenalin temen2 1 kelompokku slama 3 modul ini :

BIOLOGI MOLEKULER :

1. Nita Marta Hardianty
2. Chrisna Agustyani Haryanto
3. Siti Norhasanah
4. Mega Pratiwi
5. Ratna Chairunnisa (me)
6. Nindya Abelina Octoviani Leiden
7. Yeni Pratiwi
8. Fitrilawati
9. Sisca
10. Richa Hesty Putri Pratiwi

SEL n GENETIKA

1. Prayogi Kramy
2. Kristian
3. Siti Norhasanah
4. Yeni Pratiwi
5. Mega Pratiwi
6. Nur Latifa Mursiana Helma Kumala
7. Ratna Chairunnisa (me)
8. Meliyanti
9. Putu Widyaningrum Amritadatta
10. Anna Marthea Veronicha Gara

NEUROSAINS

1. David Fernando
2. Silverius Seantoni Sabella
3. Ratna Chairunnisa (me)
4. Yeni Pratiwi
5. Risa Margaretta
6. Meliyanti
7. Maulida Ayu Noriza
8. Nita Marta Hardianty
9. Nur Latifa Mursiana Helma Kumala
10. Emilyn Orchiditia


yup,, jadi selama 2 modul awal itu aku slalu 1 kelompok sama mega , fufufufu :p
tapi kali ini nggak ,ah ga asiiiik deh .ga ada temen buat gila2 bareng ,buat hancur2 bareng :D dan aku slalu gak terpisahkan sama yeni :D hhahaha .

Sabtu, 16 April 2011

Tugas dari Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) :)

post by > Ratna Chairunnisa di 00.28.00 0 komentar
LYSOSOMAL STORAGE DISORDERS
&
GENETIC COUNSELING

RATNA CHAIRUNNISA
FAA 110 034

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS PALANGKARAYA
2010-2011




Lysosomal Storage Disorders

Apakah yang dimaksud dengan lisosom ?
 
Lisosom adalah organel sel yang berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan . Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik . Lisosom menggunakan enzim hidrolitik untuk mendaur-ulang materi genetik pada sel yang dimilikinya. Enzim tersebut dapat bekerja secara optimal pada pH kira-kira 5. Lisosom mengandung 40 jenis enzim hidrolitik, seperti protease, nuclease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, dan sulfatase. Selain itu, lisosom mampu mendegradasi organel yang sudah rusak, seperti mitokondria.
   
Bagaimanakah lisosom bekerja didalam sel ? 
Lisosom bekerja melalui beberapa cara, yaitu :
a.       Endositosis
Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

b.      Autofagi
Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut) . Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia .

c.       Fagositosis
Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

3.      Apa yang dimaksud dengan LSD (Lysosomal Storage Disorders) ?
Lysosomal Storage Disorders merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan ribosom tidak mensintesis enzim-enzim hidrolitik tertentu untuk digunakan oleh lisosom dalam tugasnya sebagai organel pencernaan. Akibatnya, materi/substrat yang seyogyanya dicerna/dihidrolisis menjadi menumpuk oleh karena ketiadaan enzim-enzim tersebut. Penumpukan organel akhirnya menyebabkan kelainan-kelainan tertentu pada tubuh manusia, yang dapat dikenali dari tanda-tanda tertentu (Red Flag). Beberapa penyebab terjadinya LDS, yaitu kurangnya enzim aktivator,  kurangnya substrat protein aktivator, kurangnya transport protein yang dibutuhkan untuk mengangkut hasil pencernaan dari lisosom, dan kelainan pada proses post-translasional protein enzim.

4.      Bagaimana LSD dikategorikan ?
LSD dikategorikan berdasarkan jenis substrat yang mengalami penumpukan, yakni:
a)             Kerusakan metabolisme glukosaminoglikans (Mukopolisakaridosis), yang meliputi: MPS I, MPS II, MPS III, MPS IV, MPS V, MPS VI, dan MPS VII.
b)             Kerusakan degradasi glikan dari glikoprotein, yang meliputi: Aspatyglucosaminuria, Fucosidosis tipe I, Fucosidosis tipe II, Mannosidosis, Sialidosis tipe I, dan Sialidosis tipe II.
c)             Kerusakan degradasi glikogen, yang meliputi: Pompe Disease.
d)            Kerusakan degradasi komponen sphingolipid, yang meliputi: Acid Sphingomyelinase Deficiency, Fabry disease, Farber disease, Gaucher disease tipe I, Gaucher disease tipe II, Gaucher disease tipe III, GM1 gangliosidosis tipe I, GM1 gangliosidosis tipe II, GM1 gangliosidosis tipe III, Tay-Sachs disease tipe I, Tay-Sachs disease tipe II, Tay-Sachs disease tipe III, Sandhoff disease, Krabbé disease, metachromatic leukodystrophy tipe I, metachromatic leukodystrophy tipe II, dan metachromatic leukodystrophy tipe III.
e)             Kerusakan degradasi polipeptida, yang meliputi: pycnodysostosis.
f)              Kerusakan degradasi transport kolesterol, kolesterol ester, atau kompleks lipid lainnya, yang meliputi: Neuronal ceroid lipofuscinosis type I, Neuronal ceroid lipofuscinosis type II, Neuronal ceroid lipofuscinosis type III, dan Neuronal ceroid lipofuscinosis type IV.
g)             Defisiensi multipel enzim lisosom, meliputi: Galaktosialidosis, Mukolipidosis type II, dan Mukolipidosis type III.
h)             Kerusakan transpor dan pertukaran, yang meliputi: Cystinosis, Mukolipidosis IV, Infantile Siacid Storage Disease, dan Salla Disease.

5.      Apa gejala-gejala “Red Flag” untuk LSD?
Tanda-tanda Red Flag pada LSD adalah :
a)              Bentuk wajah yang tidak lazim (kadang-kadang dengan macroglossia)
b)              Kornea terlihat berawan
c)              Umbilical hernia
d)             Angiokeratoma
e)              Bertubuh pendek
f)               Deformitas skeletal
g)              Organomegaly (terutama hati dan limpa)
h)              Kurangnya kontrol atau lemah otot (seperti: ataksia, kejang-kejang)

6.      Bagaimana patofisiologi LSD?
a)             Umbilical hernia, yaitu lemahnya otot yang berada di sekitar pusar sehingga organ-organ yang mengalami pembesaran gampang untuk menonjol ke permukaan menyebabkan perut menjadi tidak rata.
b)             Hepatomegali, yaitu pembesaran bagian hati melebihi ukuran normalnya sehingga hati tidak mampu menjalankan tugasnya dalam penawar racun dan darah tidak dapat dirombak serta penyimpanan glikogen terganggu.
c)             Splenomegali, yaitu pembesaran limpa akibat penumpukan materi tidak tercerna dalam sel-sel limpa.
d)            Dysostosis multiplex, yaitu penulangan tidak sempurna pada tubuh sehingga mengakibatkan tubuh penderita mengalami kelainan bentuk tulang rawan dan keterbelakangan mental.
e)             Hidrosefalus, yaitu pembesaran kepala akibat akumulasi air di sekitar otak yang memberi penekanan pada otak, sehingga penderita sering merasa pusing-pusing, perkembangan terlambat, dan lain-lain.
f)              Saraf mata, penderita dapat mengalami kebutaan akibat gangguan saraf mata, sehingga penglihatan tidak bisa diteruskan ke otak.
g)             Kornea, pandangan menjadi kabur akibat adanya pengeruhan.

7.      Bagaimana penanganan LSD ?
a)             Hematopoietic stem cell transplant (HSCT)
Sel-sel induk yang sehat (umumnya dari sumsum tulang atau tali pusat) ditransplantasikan ke dalam tubuh penderita LSD melalu intravena. Hal tersebut dilakukan guna untuk menghasilkan enzim-enzim serta sel-sel sehat yang baru. Namun, ada tantangan dalam melakukan HSCT, yakni kesulitan untuk mencari donor yang sesuai dan kegagalan transplantasi. Dengan HSCT, ada kemungkinan terjadinya komplikasi, seperti penolakan dari sistem imun penderita.
b)             Enzyme replacement therapy (ERT)
Dilakukan dengan cara memasukkan enzim yang tidak ada di lisosom langsung ke darah penderita LSD melalui intravena. ERT merupakan pilihan pengobatan untuk Gaucher Tipe I, Fabry, dan MPS I.
c)             Penghambatan substrat
Hal ini dilakukan dengan terapi obat untuk menghambat produksi substrat yang seharusnya dicerna oleh enzim tertentu pada lisosom. Hal tersebut berguna agar tidak terjadi penumpukan substrat pada sel.
d)            Terapi gen
Terapi gen dilakukan dengan cara menggantikan yang mengalami kelainan dengan gen yang fungsional sehingga sel dapat bekerja secara normal, yakni menghasilkan enzim secara tepat. Gen yang ditambahkan dibawa oleh vektor, seperti virus.

 
GENETIC COUNSELING

1.      Dr dan Mrs Sunarto berasal dari Jakarta. Dr Sunarto adalah 40 tahun dan ahli bedah. Ibu Sunarto adalah 38 tahun dan seorang pengacara perusahaan. Mereka hanya memiliki anak pertama mereka dan anak didiagnosis sebagai sindrom Down.
Silakan mengatur sendiri konseling genetik untuk keluarga ini.
2.      Silahkan membuat silsilah keluarga anda minimal 3 generasi dan mencari kemungkinan penyakit genetik dalam keluarga Anda.

Jawab :
1.      Sebagai seorang konselor yang didatangi keluarga dr. Sunarto, hal-hal yang harus kita lakukan adalah melakukan assessment atau pengumpulan informasi yang berguna untuk menegakkan diagnosis. Hal yang dilakukan adalah memastikan sang anak benar-benar menderita sindrom Down. Hal tersebut dapat dipastikan dengan melakukan analisis kromosom. Analisis kromosom dilakukan guna tidak terjadi kesalahan dalam diagnosis. Jika sang anak menderita sindrom Down, maka akan terlihat adanya kelainan di kromosom nomor 21 yang dinamakan sebagai trisomi 21.
Setelah memastikan sang anak benar-benar mengalami sindrom Down, konselor harus memberitahukan hal tersebut kepada keluarga dr. Sunarto. Karena Tuan Sunarto merupakan seorang dokter bedah, setidaknya beliau sudah mengetahui tentang sindrom Down. Namun, kita juga tetap harus menjelaskan lebih kepada keluarga tersebut sehingga keluarga dapat memahaminya. Jika keluarga dr. Sunarto bertanya mengenai kondisi sang anak, kita dapat menjelaskannya dengan sebaik mungkin. Salah satu hal yang dapat dijelaskan adalah anak-anak yang menderita sindrom Down memerlukan perhatian khusus dari orang tua dan harapan hidup bagi anak penderita sindrom Down. Pada awalnya mungkin keluarga dr. Sunarto akan memberikan reaksi terhadap penjelasan yang diberikan. Kita pun dapat menjelaskan bahwa anak yang menderita sindrom Down adalah individu yang memiliki hak yang sama dengan anak normal lainnya.
Hal yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan fisik kepada sang anak. Pemeriksaan fisik ini berguna untuk mencari tahu mengenai adanya penyakit lain yang mungkin terdapat pada sang anak. Umumnya, anak yang mengalami sindrom Down dapat disertai dengan penyakit jantung bawaan. Dengan hal tersebut, kita dapat mencegah kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada sang anak. Tahap selanjutnya yang akan dilakukan adalah mencari informasi tambahan mengenai sejarah penyakit sindrom Down dari keluarga dr. Sunarto. Kita dapat melakukan pemeriksaan fisik kepada dr. Sunarto dan sang isteri. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu adanya translokasi kromosom yang mungkin terjadi sebab kemungkinan terulangnya kejadian sindrom Down yang disebabkan translokasi adalah 5-15 %. Selain itu, kita juga dapat menanyakan usia sang Ibu saat mengandung anaknya. Apabila umur Ibu di atas 35 tahun, diperkirakan terdapat perubahan hormonal yang dapat menyebabkan non-disjunction pada kromosom.
Tahap berikutnya adalah mencari informasi mengenai sejarah penyakit sindrom Down di keluarga dr. Sunarto dan Ibu Sunarto dengan merancang predigree. Kita harus mengetahui apakah generasi sebelumnya juga pernah menderita Sindrom Down. Selain itu, kita juga harus mengecek penyebab kematian pada generasi sebelumnya sehingga kita dapat mengetahui penyebab dan faktor lain yang mempengaruhi kelainan pada anak tersebut. Selanjutnya, kita juga harus mengetahui latar belakang sosial, ekonomi, maupun agama dari keluarga tersebut.
Lalu, kita dapat memberikan pilihan-pilihan terapi kepada keluarga dr. Sunarto. Pilihan yang diajukan dapat berupa penanganan secara medis dan pendidikan untuk sang anak. Orang tua harus memberikan perhatian khusus untuk sang anak, seperti pendengaran, penglihatan, kelainan tulang, maupun nutrisi sang anak. Selanjutnya, kita juga dapat memberikan pilihan pendidikan antara lain adalah mengikuti program pendidikan khusus (SLB-C) untuk anak penderita sindrom Down. Dengan bersekolah, anak akan mendapatkan perkembangan keterampilan fisik, akademis, maupun sosial sehingga anak tersebut dapat memperoleh identitas personalnya dan kesenangan. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengikuti program intervensi dini pada penderita sindrom Down. Anak-anak tersebut akan mendapatkan manfaat dari stimulasi sensoris dini, petunjuk agar anak mampu berbahasa, dan latihan khusus yang mencakup aktivitas motorik.
Setelah itu, kita dapat menghitung risiko genetik. Hal ini dilakukan dengan cara menghitung kemungkinan sindrom Down dapat terjadi pada kelahiran berikutnya. Jika Ibu Sunarto ingin memiliki keturunan lagi, ada beberapa alternatif yang dapat dipilih. Pada saat pemberian alternatif, kita menyerahkan semua pilihan kepada keluarga tersebut. Alternatif-alternatif yang dapat dipilih, yakni:
· Ibu Sunarto akan menerima resiko yang akan terjadi dan tetap mengandung anaknya.
· Ibu Sunarto melakukan diagnosis prenatal. Diagnosis prenatal ini memiliki fungsi, antara lain adalah untuk menentukan hasil kehamilan, memutuskan apakah akan melanjutkan kehamilan, perencanaan untuk kemungkinan komplikasi, dan mengetahui kondisi yang dapat mempengaruhi kehamilan. Jika didapatkan janin yang dikandung menderita sindrom Down, maka dapat ditawarkan terminasi kehamilan kepada orang tuanya. Jadi, semua pilihan yang akan diambil keluarga tetap tergantung pada keputusan keluarga tersebut.
· Ibu Sunarto dapat melakukan pre-implantasi diagnosis
· Mendapatkan anak melalui gamete donation.
· Kelurga dr. Sunarto dapat mengadopsi anak.
Hal yang harus diingat adalah kita sebagai konselor hanya memberikan pilihan-pilihan kepada orang tua. Kita harus menghormati semua keputusan yang akan diambil keluarga tersebut. Selain itu, kita harus membina hubungan yang baik dengan keluarga dr. Sunarto dan melakukan follow up terhadap perkembangan anak mereka.Baca secara fonetik






Selasa, 29 Maret 2011

oh no !!! besok UJIAN !

post by > Ratna Chairunnisa di 05.19.00 0 komentar
ckckckckck . gilaaak !
besok udah ujian aja dan aku masih belum ngerti sama materinya ! >,<
mana soalnya dalam bentuk slide gitu
trus jumlahnya 100, dan harus dikerjain slama waktu 100 menit !! (bayangkan sodara-sodara)a

sebenernya sii cuma ujian formatif aja.
hasilnya juga gak dimasukin ke nilai,
cuma buat ngukur kemampuan sama pemahaman kita doang.
tapi , ini gak boleh DISEPELEIN !
aku tetep harus belajaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrr !

malem ini fokus dulu deh ke ujian besok ! nggak boleh ada kegalauan dan sejenisnya ! hahhaaha
(maklum gw kan anak galau galau giimanaaa gitu .. hahahaha :D )

nggak boleh tergoda juga sama -->> PUTRI YANG TERTUKAR ,hahaha
pokoknya malem ini belajar mati2an deh !
belajar sampe titik darah penghabisan . (balang ! :p )

oh SEL DAN GENETIKA,
aku mencintaimu sepenuh jiwaku
sepenuh hatiku
sedalam samudra
dan setinggi langit diatas .(emang ada langit dibawah?)
:D
besok baik2 yah yang sama akuu ,
malem ini aku berkorban buat kamu, aku rela gak tidur smaleman loh .
,jadi kasih soalnya jangan susah2 gitu yang.
yah yah yah ..
kamu sayang kan sama aku ??
:D

sel dan genetika says : " apaan nih anak ? gila deh !! emg salah gw apa bikin lu gak tidur smaleman gitu ? salah lu kali neng ! siapa suruh coba gak pernah ngertiin gw ! tiap gw lagi djielasin lu tidur mulu, jadi pengorbanan lu sia2 aja . :p belajar deh sono bebeb , kalo lu bener2 belajar , lu pasti bisa deh .! hihi , aku juga mencintaimu bebeb , besok2 pas gw lagi dijelasin , lu jangan tidur yah , dengerin baik2 n ngertiin gw juga yaaah beb "

yak ! udah jam 19.00 teng ! saatnya aku belajar !
bismillah , all is well
I CAN DO IT ! :)

dadadadadadadadadadah 
shuuutt triiing (menghilang) :D

Minggu, 20 Maret 2011

Sel dan Genetika

post by > Ratna Chairunnisa di 10.17.00 0 komentar
nite :)
aku baru abis selesai belajar.
belajar malem ini ditemani hujan yg deras
sama petir n guntur ..
mana sendirian lagi dirumah .
huaaaaaaaaaaaaaa  *pikiran aku mulai mikir yang mistis2*

back to judul nih !
besok aku masuk modul baru.
modul SEL dan GENETIKA #jengjengjeng :D
smoga aja modul ini bener2 menyenangkan kayak yang dibilang sama Drg. Agnes . amiin :)

sgini aja deh ya postingannya .. kapan2 lagi .hihihihi *ketawa kuntilanak* :D
i hope tomorrow will be a fun day .amiiin 
dadaadadadadah .

Selasa, 07 Desember 2010

rintihan mahasiswa kedokteran

post by > Ratna Chairunnisa di 05.03.00 0 komentar
Mahasiswa kedokteran (MK)
Apakah yang berbeda dari mahasiswa2 lainnya?
Apakah dengan ditambah kedokteran langsung menjadi manusia setengah dewa?
Atau langsung menjadi dewa?


Ternyata...
Itu hanyalah sebuah angan2 belaka


Di saat malam tiba
Mimpi menyongsong setiap insan manusia
Sayangnya buku masih lebih membuai MK
Banyak coretan-coretan yang lebih penting dibandingkan mimpi
Bahkan, pasien datang dengan nafas termegap2
Apakah akan selamat?
Tentu saja hanya Yang Maha Kuasalah yang menentukan bukan MK


Batu sandungan bersiap2 merobohkan MK
Ujian bagaikan debu yang melintas di pipi
Tiga minggu sekali
Kebiasaan rutin yang super "ASIK"


Sakit?
Bukanlah kata di dalam kamus MK
Dengan waktu tidur yang sedikit
Stiap detik dituntut selalu sehat walafiat
Sakit berarti kalah bertarung


Pelajaran?
Tak ayal bagaikan siswa biasa
Dicekoki setiap hari
Pasrah tanpa memilih


Diskusi...
Layaknya sebuah gelanggang
Terlalu maju salah
Terlalu mundur salah
Diam bagaikan mutiara
Sayangnya, diam dalam forum merupakan senjata makan tuan
Bingung bukan?


Kapankah pendidikan kedokteran akan diubah?
Ujian lebih jarang
Mimpi menjadi makanan sehari2
Pelajaran dapat dipilih2
Sakit merupakan hal lumrah


Sayangnya, ini semua hanyalah angan2 belaka
 

i promise to discover myself Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea